Sang Penguasa Malam


tumblr_luskzn9Emc1qkzorfo1_r1_500

Kamu tidak mengabari aku semalam. Kamu tidak memberitahukan apa yang sedang kamu lakukan. Aku tidak menuntut untuk kamu kabari setiap detik, baiklah mungkin kamu membayar murah akan kecemasanku ini.

Wahai sang penguasa malam, tahukan kamu aku mencemaskan dirimu? Ahh paling juga tidak kamu sadari, seperti biasa ini hanya perasaanku semata. Aku sensitif, aku selalu memikirkan terlalu jauh setiap hal kecil tentangmu. Kamu terlalu nakal untuk diriku, menurut astrologi kamu juga tidak cocok bersanding denganku :(
Baiklah, aku tidur saja. Aku benci ketika bertanya tapi kamu sudah dengan hal yang lain. Aku tidur saja, semoga kamu masuk dalam mimpiku wahai sang penguasa malam..

##

Entah mengapa aku sangat menyukai hujan di pagi hari. Bukan karena memberikan kesejukan, tapi memberikan kesenangan sendiri. Pelangi yang muncul setelah hujan amat menyejukkan mata, sorak sorai anak kecil dengan mata berbinar menunjuk sang pelangi yang dengan lembut muncul dengan warna khasnya, melihat payung-payung yang digunakan orang untuk menahan hujan yang berwarna-warni juga sangat menyenangkan.

Pagi ini aku disambut kembali oleh rindu. Bahkan secangkir cappucino hangat pengantar pagi tidak bisa menghapus rindu. Apasih..pagi-pagi udah ngomongin rindu, emang punya pacar? Tapi khan rindu gak harus sama pacar..sama someone yang gak tau kalo di rinduin juga boleh :D

Katanya, cinta itu adalah perasaan yang gak direncanakan. Khan yang merencanakan bukan kamu, bukan juga aku tapi OmJes khan?

Mari kuceritakan sebuah rahasia. Ketika pukul 02.00 pagi aku terbangun, membalas pesan darimu. Kamu mengatakan belum sampai di rumah. Agak cemas sih, karena hari sudah hampir pagi. Aku bersekutu dengan awan. Membisikkan rahasia kepada langit tentang kecemasanku. Awan yang baik mengirimkan gerimis khan..agar kamu segera pulang. Awan mengirimkan hujan untuk bumi, seperti aku yang senantiasa mengirimkan doa dan salam rindu untukmu. Romantis ahh -_-

Baiklah, sekali lagi aku berharap agar kamu menyadari rindu ini. Kamu bisa menyadari dan merasakan perasaan aku dan kamu, perasaan kita. Kamu bukan batu khan? Batu dan lumut saja bisa bersama, tapi aku tidak mau menjadi lumut yang hanya bisa menyusahkan saja. Karena sayang itu harus bisa bersama dalam suka dan duka, bukan meninggalkan di saat susah.

Andai kamu bisa menunjukkan sedikit rasa kepadaku. Bukan ketakutan atau kemarahan, aku tidak menerima itu saat ini.

Baiklah sang hujan sudah mau pergi. Ia menitip salam kepadamu. Aku tahu kamu masih terlelap, tapi jangan takut aku sudah menyimpan salam itu di ingatanku dan akan kuceritakan di saat kamu bangun nanti..dear sang penguasa malam ♥

Sikap #6


Eh kamu emang apa sih yang sebenernya kamu rasain terhadapku? Sungguhkah kamu ada rasa sama aku? Aku bingung dalam sepi, saat kamu bilang sayang padaku. Benarkah yang kamu rasa? Benarkah yang kamu katakan? Bimbang dan ragu atas perasaanmu sejak kamu bilang kamu merasa takut akan hubungan ini. Aku ragu saat kamu bilang malu, walau aku senang saat kamu bilang merasa salah tingkah saat bersamaku.

Hei kita dekat dalam kurun waktu dua bulan ini. Walau tidak pernah benar bertatap muka, tapi dengan lancar kita berkirim pesan singkat. Tapi kamu harus tau, tidak cukup jika hanya seperti ini saja. Memang kamu gak mau menemuiku secara langsung?

Hmm rasanya tidak ada sesuatu yang baru. Saat tidak sengaja kubuka twittermu, kamu jarang update. Blackberrymu bisa dihitung jari kala kamu mengganti profile picture mu. Ahh iya kamu khan si Mr. Busy pastinya lagi sibuk dengan perkerjaanmu. Fokus pada sesuatu yang menafkahimu.

Menunggu balasan ввм membuatku mengantuk. Balasanmu lama sekali, bahkan sambil mencuci piring yang banyaknya hingga 50 buah saja masih ada waktu. Sudahlah, mungkin yang kamu bilang hanyalah kata untuk seorang kakak kepada adiknya. Seperti yang selama ini kamu katakan. Hei hei ini bukan menulis diari, tapi ini seperti aku menceritakan kepada kalian semua apa yang aku pikirkan dan rasakan. Baiklah aku juga gak marah kalau kalian gak mau mendengarkan atau membacanya. Huh.

Ahh rasanya aku ingin melukis, mungkin kupikir melukis padang lavender dengan pensil lebih mudah daripada aku menggunakan kuas-kuas kecilku dengan cat air beraneka warna. Sulit..dan yah sulit. Sebenarnya yang aku lakukan ini hanya untuk membuang waktuku, membuang ingatan jikalau memang perasaanmu hanya kiasan saja.

***

Hai cantik, kamu kok diam saja? Apakah kamu gak mau berbicara dengan rekanmu? Apakah kamu gak mau bisa tertawa bareng? Aku melihat dirimu bukan seorang yang pendiem loh, tapi mungkin kamu butuh proses agar bisa berbaur dengan lingkungan ini. Kalau aku bisa membisikkan, mereka asik-asik loh jadi tinggal bagaimana kamu bisa mempertahankan komunikasinya aja.

Kamu terlihat diam di pojokan. Bukan karena kamu ingin, tapi kamu masih bingung apa yang harus dilakukan. Hei jika kamu bingung, kami semua tidak melarang kamu untuk berbicara kok. Aku pikir kamu orang yang baik, ayo coba berusaha untuk bisa satu visi dengan lainnya.

Bukan aku terlalu pede, tiap aku masuk ke dalam matamu selalu melirik ke arahku. Aku sadar kamu ingin memulai perkenalan, dan aku sendiri lebih ingin kamu yang maju untuk berani mengungkapkan. Ayo cantik, mungkin kamu akan bertambah cantik jika lebih sedikit ‘nakal’ dengan celotehan dan tawamu.

A little love


You make me cry…
Make me smile…
Make me feel that love is true…
You always stand by my side, I don’t want to say goodbye..

Earphone ditelingaku terus mengulang bait lirik dari lagu ini. Rasanya seperti merasakan De ja vu. Rasanya berputar-putar dan rindu sekali..sosoknya masih mengintai ingatanku..

☻☻☻

How gentle is the rain,
that falls softly on the meadow.
Birds high up on the trees,
serenade the clouds
with their melodies..

Brrrr .. Hujan tadi sore masih menyisakan tetesan air. Bau tanah seakan membawa sebuah rindu yang tak bisa dilukiskan. Hujannya  sangat awet, dan mungkin lupa membawa jaket itu merupakan salah satu kesalahan terbesar. Dinginnya udara seakan membuat diriku terdiam karena beku.

Satu..dua..tiga..mungkinkah saat membuka mata aku kan menemukan sebuah harapan baru. Harapan akan sebuah hidup yang berbeda…yang berwarna seperti kumpulan balon di pesta ulang tahun. Empat, lima, enam…ketika aku melihat ke depan akan datang sekumpulan awan putih yang membentuk gumpalan kapas yang akan membawaku terbang ke angkasa untuk bertemu dengan bidadari di khayangan, tapi semakin aku berhitung malah menemukan kenyataan bahwa kesendirian itu sungguh menyiksa.

Semakin merasa sepi semakin aku mengingat kenangan sebulan yang lalu. Hmm mungkin dia memang baik, tapi titik jenuh mungkin lebih kuat dari yang dibayangkan. Memutuskan sesuatu yang mungkin bisa menyakiti hatinya. Merelakan suatu hal yang mungkin tidak dia bayangkan. ZZZzz lupakan lupakan hidup itu harus berlanjut, gak mau hanya terpaku dengan kenangan masa lalu. Aku berjanji pada diriku. Harapan baru, dunia baru dan mungkin pacar baru..? Siapa yang tahu..hohoho.

***

“Iya aku makan kok nanti”

“Iya nanti aku hati-hati ketika pulang”

“Iya selamat malam”

Aku terbangun ketika jam telah menunjukkan pukul 05.30. Hari masih gelap dan matahari masih malu menunjukkan sinarnya. Mimpi barusan maksudnya apa yah, orangnya terlihat samar. Siapa dia??

Aku berjalan dengan terhuyung ke kamar mandi. Mata ini masih belum cukup beristirahat, sementara aktivitas masih terus berjalan. Aku memperhatikan wajahku di cermin. Terlihat pucat dan tidak bersemangat. Puk-puk kutepuk wajahku tiga kali dengan harapan rona wajahku berubah menjadi berwarna pink seperti bunga mawar di halaman sana.

Sudah hampir sebulan kita berpisah. Memang aku yang memutuskannya. Memutuskan demi kebaikan, kebaikan aku dan dirinya. Ketika aku merasa sendiri, dimana dirimu? Ketika aku tertawa disini, tetapi tidak kutemukan kamu disampingku. Rasanya seperti aku dengan diriku sendiri.

Sabtu lalu, kamu datang menemuiku dengan seikat bunga crisan dan bunga matahari. Kala itu kamu menemuiku dengan mengucapkan kata ingin kembali. Aku terharu, sungguh..tapi maafkan sekali ini, bahwa aku tidak bisa menerima kamu untuk kembali. Aku tahu kemungkinan selalu ada, aku tahu kesempatan akan banyak hadir. Tapi mengembalikan sebuah keyakinan itu sulit menurutku..tidak segampang dengan kamu berucap kata, tidak segampang pula kamu memberi bunga kepadaku.. hai wahai hujan, kamu menjadi saksiku hari ini..

***
Hei sudah dua bulan kedekatan kita loh. Kamu pun sudah mengaku kalau kamu suka kepadaku. Walau jarak kita dekat kamu tidak mau menyapaku.

Aku seperti biasa, tidak menuntut apa pun dari mu. Mungkin yang aku butuh hanya waktu, waktu bersama agar kita lebih saling mengenal.

Sifat cuek mungkin sering aku tunjukkan. Tapi aku seperti bunga matahari yang selalu mengikuti matahari. Yaa mataku selalu tertuju kepadamu, entah dirimu menyadari atau tidak. Bayanganmu teduh seperti pohon akasia tua yang rindang. Yang menghasilkan angin segar dari lambaian daun-daunmu. Atau aku seperti awan, dan kamu seperti bumi. Aku selalu melihatmu, baik ketika kamu terguncang maupun ketika kamu senang ketika berkumpul dengan temanmu. Tidak pernah luput dari mataku. Tapi kamu sadar?

♥♥♥

tumblr_m8k95xIfmB1rc0fd6o1_r1_500_large

Sikap!! #4


Hujan hujan..Banyak yang bilang kalo hujan itu musibah, bencana, atau wabah *dikira kuman kali*. Tapi menurut gw hujan itu anget..kenapa anget??? khan lo bisa buat secangkir cappucinno hangat, atau honey tea buat angetin badan. Tambah anget juga kalo lo minumnya bareng pacar. Asikk khan tuh hahaha :3

Pulang kerja hari ini kayak di sinetron-sinetron loh. Seorang cewek berjalan di tengah rintik hujan..menunggu sang pelangi di ujung jalan sana -_- yakali. Bukan pelangi malah abang angkot!!

Dan..Omaigott!! ini kejadian paling amazing menurut gw. Yakali bangku angkot yg dari besi bisa patah, khan penumpangnya repot. Dikata abangnya sih tadi ada penumpang ibu-ibu badannya ‘gede’ brukkk gitu menurutnya -_- jadi kita duduk kayak naik mainan anak SD dulu yah jungkat-jungkit. Kalau yang gatau dikasih suprise kaget dikit, khan bangkunya amblas.

“Aku pulang..” tumben nih rumah sepi-sepi aje kayak kuburan. Mana malam jumat lagi, bikin ngeri aja deh..

“Maaamaaaa” Idihhhh pada kemana deh, gerutuku.

Sepertinya tidak ada orang di rumah. Yasudah mandi aja deh, sambil nunggu orang rumah pulang. Sayup-sayup terdengar dari atas rumah bunyi berbisik.  Ahh mungkin itu hanya suara gesekan pohon yang tertiup angin, mungkin di luar sana sedang hujan badai, pikirku sambil menyemangati diri sendiri.

“Krek..krekkk..”

Bunyi gesekan itu semakin kencang, suaranya memang tidak jauh sihh. Ahh sial bulu kuduk makin merinding!! Mana di rumah lagi gak da siapa-siap pula -_- hufft

Kuberanikan diri untuk mencari sumber dari gesekan tersebut. Kutelusuri semua bagian bawah rumah. Dapur kosong, ruang tamu sunyi senyap. Kamar mandi bawah juga abis gw pake mandi, pasti gak ada siapa-siapa di dalam sana.

“Krik..krikkk..krikk”

Mata ini semakin mengecil. Mencari..dan mencari sumber suara itu. Semakin dekat kutemukan suara yang mengusikku………………………………………………………..HAPPY BIRTHDAY!!!!!

 

 

Sikap!! #3


Satu kata buat pagi ini adalah lega. Gimana gak lega, nih isi perut udah dua hari belum di keluarin. Jadi makasih banget sama produsen kopi yang telah baik hati buat kopi white coffee yang gak perlu sebut merk. Ntar gak enak sama pesaingnya sikut-sikutan, lagian biar penasaran juga kopi apa sih yang baiknya se-monas ini :3 #gilapagi
Dan pagi ini juga di sponsori oleh nyokap yang nyuruh bayar arisan, udah tau anaknya yang manis ini masih belekan -_- image jatoh deh.
” Aina tolong mama bayar arisan ke Tante Sumi ” teriak mama dari dapur.
” Jangan pura-pura tidur lagi” lanjutnya.

Idihh punya indera ke-enam kali yah, tau darimana kalo gw lagi ninggalin jejak bangun gw. Haduhh..
Dengan langkah goyah, gw pun terpaksa nganterin nih uang arisan ke tante Sumi. Untung aja rumahnya deket, jadi gw gak perlu ceramah pagi dulu sendiri depan pager. Cuss bayar arisan..

Well seharian bawaannya seneng aja kok, paling ada orang jamet yang suka bbm gak jelas dan gw males balesnya. pda akhirnya juga gw enchat huft.  Jam makan siang kita pun keluar kantor untuk perubahan suasana biar gak bete. Paling dosa yang gw buat yah ngecengin si Mbak Missa akan kejombloannya dan korban PHP wkwkwk jahat yah gw -_- Yasudahlah khan itung-itung hiburan.

Hmm sebenernya kerjaan di kantor sudah cukup ane mengerti, tapi yah ada juga yang belom paham bener sih. Tapi semua khan butuh proses, yang penting yah kemauan kita aja untuk mau belajar dan maju itu sebesar apa #sikap.

Sikap!! #1


Langit malam ini begitu pekat. Tapi tidak sepekat rasa kopi pahit yang tadi kuminum. Setidaknya masih ada beberapa kilauan bintang di langit selatan sana yang masih berkelap-kelip menemaniku malam ini. 

Namaku Aina, mahasiswi yang mengambil jurusan ilmu komunikasi, yang terobsesi jadi karyawan di salah stasiun tv swasta di Indonesia. Dengan daya pikiran dan imajinasi yang kadang sukar dipahami oleh orang yang lebih berpikir rasional. Hahaha sebenarnya itu bukan kelebihan yang harus diceritakan, but gak salah juga sih.

” And when the daylight comes I’ll have to go, but tonight I’m gonna hold you so close. Cause in the daylight we’ll be on our own, but tonight I need to hold you so close “

Well udah dua minggu nih lagu jadi playlist favorite gw di mp3 maupun di youtube. Salah gak sih kalo kita nyanyi-nyanyi lagu kesukaan kita. Pasti kalian semua jawab serentak “TIDAK” dong kayak lagi latihan paskibra.

“Aina kecilin volume suaranya”, suara Tante Reni tetangga sebelahku. 

Waduh ketahuan deh, tapi namanya juga suka. Prinsip itu, kalau suka yah pertahanin, daripada dipertahanin dalam hati cuma bisa gondokan sendiri. Pokoknya sikap yah sikap!!!  Huuuu..kebiasaan ngeles gini nih ☺

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Dimana waktunya orang-prang masuk kandang mempersiapkan diri untuk kegiatan esok hari. Tapi ini Jakarta cyiiiin, gak tidur malem yah gak “GAUL” kata kebanyakan orang.

Sambil dengerin lagu Maroon 5 Daylight yang gak bosen gw dendangkan #tsahh, nih pikiran udah menerawang kayak peramal kondang si Ki Joko Bodong yang terkenal itu. Setidaknya gw gak pake kemenyan buat syarat, tapi sebungkus Chitato rasa sapi panggang udah cukup buat perut gw bahagia. Begini masalahnya..

Biar kalian tau nih, gw masih polos dan sok tau kalau nasehatin orang yang lagi galau dan patah hati. Ceritanya gw punya temen nih yang lagi galau gara-gara ceweknya gak kasih kabar, entah LDR’an atau gimana entah deh. Khan tadi kita ngomongin sikap tuh, gw sebagai temen yang baik so pasti dengerin dong dia curhat. Cuma aneh aja nih, kalo udah curhat terus finish galaunya buat hari itu juga, bales bbmnya jadi singkat, JNE aja kalah kalo mau kirim barang ngetiknya banyak. 

Belom lagi kalau balesnya lama, udah curhat balesnya se-abad, gatau orang ngantuk -_-. Tapi berhubung gw manis dan baik hati, gpp deh sekali-kali nemenin. Asal gak ngerusak mood bisa-bisa gak gw read dah bbm, paling baik yang paling read abis itu END CHAT bye~

Namanya Gilang, anak design gitu. Awalnya sih dikenalin kakak yang ada satu project barengan gitu. Berhubung gw udah selesai skripsi dan lagi nyari kerja, dia nawarin lowongan di kantornya. Sekali lagi SIKAP, kita gak boleh sia-sia’in kesempatan yang datang. Kalau udah nyesel, yang ada nangis di pojokan lemari lagi sambil update status twitter. Gilang ini udah gw anggep katak abang gw, toh dia juga anggep gw adik kok. Tapi jarang ketemu kalau di kantor, kalau ketemu boro-boro nyapa gw yang ada gw kayak dijutekin zzzZZZz -_-”

Yasudah, mau tidur ahh udah jam 12 malem, besok ke kantor nih mata dijepit pake jepit jemuran nenek khan gak lucu. Huahahaaha -_____- nite all.

Dear bintang malam, jangan kamu bosan yah menemaniku hingga pagi menjelang. Menjagaku, memelukku dan menbacakan sebait cerita pengantarku tidur ♥

The sky is getting bright, the stars are burning out.

Cari Hati


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Mata ini masih belum juga dapat terpejam. Aku masih menunggu Aska yang sudah 4 hari tidak menghubungiku.
Tik..tok..tik..tok..
“Buat apa aku menunggu yang gak pasti, cuma membuat pikiran lelah saja” kataku dalam hati. Sambil mencoba tidur aku memutar lagu-lagu maroon5 kesukaanku. Kubuka notes kecilku..
Dear diary kuno banget yah kesannya. Tapi emang namanya diary, masa mau diubah jadi dear notes ( ⌣ ́_ ⌣ ̀)
Kutulis beberapa kata, beberapa baik kalimat tentang isi hatiku. Tapi ahh untuk apa kutulis rindu ini jika Aska saja tidak memikirkanku. Kuingat lagi kejadian hari minggu lalu. Hanya gara2 aku tidak membangunkannya untuk pergi ke gereja dia tidak suka, dan aku membatalkan karena aku sakit dia menganggap aku tidak memberitahunya. Ahh sudahlah, dia memang tidak dewasa..

Mereka yang memaki cinta, sesungguhnya mereka sangat menginginkan cinta. Hanya karena pernah kecewa, bukan berarti tak bisa bahagia..

Ahh mata gw..efek gak bisa tidur semalem mikirin Aska!
“Maa aku berangkat”
“Hati-hati nak..kamu gak sarapan dulu?” Mama cuma geleng kepala melihatku yang terburu-buru karena hampir ditinggal pak Husni.

Dear awan, dapatkah kamu merasakan rasanya kesepian?
Ahh kenapa jadi puitis gini yah -__-
Di kampus saja, dia gak negur gw. Dia malah jalan sama teman-temannya. Gw pun ikutin permainan dia. Toh udh biasa sendiri jadi gak membawa pengaruh besar juga buat kehidupan gw!

Hari ke 5

Aska belum juga menghubungiku. Terkadang aku masih mencari dirinya. Bertanya kepada hati, sedang apa kamu. Tidakkah kamu merindukan diriku?
Ahh rasanya jika seperti ini, ingin membuang semua bayangan Aska dari pikiranku..

Cinta adalah ketika kamu telah meyakinkan dirimu bahwa kamu telah melupakannya, tapi kamu masih temukan dirimu peduli padanya~

Tak peduli berapa kali kamu disakiti oleh cinta, percayalah, ada seseorang diluar sana yang akan menyembuhkanmu dan buatmu bahagia..

Hari ke 6
Aska belum juga menghubungiku. Perasaanku kian campur aduk. Haruskah aku yerus menunggunya dengan tidak pasti? Apa aku harus melupakannya dan terus berjalan? Dia memang pacar pertamaku, tapi janganlah mempermainkan perasaan ini. Tidakkah ia rindu suaraku? Rindu perhatianku? Atau sudah ada orang baru yang menemanimu?

Kupandangi awan yang berjalan tertiup angin. Langit yang biru seakan mempertegas bahwa dunia masih luas dan panjang untuk dilewati. Ku kenakan topiku dan kugapai tasku. Cari hati..

M2M – The day you went away