Hey, Desember !!


Aku terbangun. Kulihat jam menunjukkan 03.00 pagi. Aku dibangunkan oleh suara hujan yang turun dengan derasnya.

Hujan.. Apakah mungkin awan sedang bersedih sehingga ia menangis cukup lama saat unit. Sang langit ibarat ayah dan ibunya, mengeluarkan cahaya kilat dan gelegar petir yang lembut tidak menakutkan.

Aku membuka jendela, mencium bau tanah. Kuhirup..dan perasaan menjadi tenang dan sedikit rindu. Aku merenung..memasuki awal Desember ini kita disambut hujan. Aku suka hujan, dan aku bersyukur bisa melihat hujan hari ini.

Tidak ada pelangi di hujan malam ini. Hujan hanya turun untuk mengantarkan wajahmu ke ingatanku. Mengetuk pikiranku akan hal-hal yang ingin kulupa.

Seketika ruangan kamarku menjadi dingin. Menggigil menembus hati yang merindu. Hujan malam ini semakin deras. Apakah aku boleh berharap kepada hujan agar dapat membuatmu menulis namaku di tiap kaca basah yang kau jumpai?

Beri aku satu pasti, agar semua tanda tanya akan mati..

Sang Penguasa Malam


tumblr_luskzn9Emc1qkzorfo1_r1_500

Kamu tidak mengabari aku semalam. Kamu tidak memberitahukan apa yang sedang kamu lakukan. Aku tidak menuntut untuk kamu kabari setiap detik, baiklah mungkin kamu membayar murah akan kecemasanku ini.

Wahai sang penguasa malam, tahukan kamu aku mencemaskan dirimu? Ahh paling juga tidak kamu sadari, seperti biasa ini hanya perasaanku semata. Aku sensitif, aku selalu memikirkan terlalu jauh setiap hal kecil tentangmu. Kamu terlalu nakal untuk diriku, menurut astrologi kamu juga tidak cocok bersanding denganku :(
Baiklah, aku tidur saja. Aku benci ketika bertanya tapi kamu sudah dengan hal yang lain. Aku tidur saja, semoga kamu masuk dalam mimpiku wahai sang penguasa malam..

##

Entah mengapa aku sangat menyukai hujan di pagi hari. Bukan karena memberikan kesejukan, tapi memberikan kesenangan sendiri. Pelangi yang muncul setelah hujan amat menyejukkan mata, sorak sorai anak kecil dengan mata berbinar menunjuk sang pelangi yang dengan lembut muncul dengan warna khasnya, melihat payung-payung yang digunakan orang untuk menahan hujan yang berwarna-warni juga sangat menyenangkan.

Pagi ini aku disambut kembali oleh rindu. Bahkan secangkir cappucino hangat pengantar pagi tidak bisa menghapus rindu. Apasih..pagi-pagi udah ngomongin rindu, emang punya pacar? Tapi khan rindu gak harus sama pacar..sama someone yang gak tau kalo di rinduin juga boleh :D

Katanya, cinta itu adalah perasaan yang gak direncanakan. Khan yang merencanakan bukan kamu, bukan juga aku tapi OmJes khan?

Mari kuceritakan sebuah rahasia. Ketika pukul 02.00 pagi aku terbangun, membalas pesan darimu. Kamu mengatakan belum sampai di rumah. Agak cemas sih, karena hari sudah hampir pagi. Aku bersekutu dengan awan. Membisikkan rahasia kepada langit tentang kecemasanku. Awan yang baik mengirimkan gerimis khan..agar kamu segera pulang. Awan mengirimkan hujan untuk bumi, seperti aku yang senantiasa mengirimkan doa dan salam rindu untukmu. Romantis ahh -_-

Baiklah, sekali lagi aku berharap agar kamu menyadari rindu ini. Kamu bisa menyadari dan merasakan perasaan aku dan kamu, perasaan kita. Kamu bukan batu khan? Batu dan lumut saja bisa bersama, tapi aku tidak mau menjadi lumut yang hanya bisa menyusahkan saja. Karena sayang itu harus bisa bersama dalam suka dan duka, bukan meninggalkan di saat susah.

Andai kamu bisa menunjukkan sedikit rasa kepadaku. Bukan ketakutan atau kemarahan, aku tidak menerima itu saat ini.

Baiklah sang hujan sudah mau pergi. Ia menitip salam kepadamu. Aku tahu kamu masih terlelap, tapi jangan takut aku sudah menyimpan salam itu di ingatanku dan akan kuceritakan di saat kamu bangun nanti..dear sang penguasa malam ♥

Pelukis Kata


Image

Aku mungkin bukanlah sang pelukis kata yang lihai. Mungkin bisa dikatakan diriku masih jauh dari kata sempurna. 

Aku berkata bahwa aku wanita yang kuat,  tapi aku masih menangis saat membaca pesan darimu. Aku juga berkata bahwa aku wanita yang tegar, tapi nyatanya aku masih merasa sedih dengan kesendirian.

Hei pesan darimu begitu kuat. Entah darimana kau mendapatkan kata-kata itu, karena ketika kemarin waktu mempertemukan dan menjadikan kita satu hati kamu tidak seperti ini. Kamu tidak pandai berkata, kamu sunyi tetapi berirama canda saat bersama.

Pesan yang berupa rangkaian kalimat yang tersusun itu memang membuat hati ini berdesir. Seperti angin yang membisikkan hatiku yang sendu. Entah kenapa bagai rindu yang tidak tersampaikan sempurna. Aku menangis, dan jujur aku sangat terharu. Tapi bagaimana aku bisa membalas pesan darimu, jika setiap jari ini mengetik huruf-huruf selalu kelu, apa aku harus menyalahkan tombol delete saat balasan pesan untukmu itu hanya masuk kotak draft dan akhirnya benar-benar hilang?

Berulang kali aku membaca pesan darimu dengan mata berkaca. Aku merasakan ketulusan hatimu, kejujuran perasaanmu, bahkan aku masih merasakan cinta yang kuat darimu kepadaku. Aku sadar, aku masih membutuhkan dirimu, kedua mataku masih mencarimu di sekitaran. Tapi hati ini begitu keras, aku tidak bilang sekeras batu, mungkin seperti es yang kapan saja dikeluarkan akan meleleh, menyublim setiap rasa.

Pagi ini aku terbangun, dan aku baru membaca pesan darimu. Semalam itu aku sudah terlelap dengan kelelahanku, sehingga tubuhku menyatu dengan empukknya kasur. Walau tanpa mimpi, aku masih bersyukur.

Kamu tahu, pagi ini juga angin berbisik kepadaku. Angin menerpa wajahku dan membeli rambutku dengan lembut, ia memberikan kesejukan di atas peluh. Tapi angin tetap saja sunyi, ia tidak berkata. Dan aku tidak mengerti sandi-sandi yang ia berikan. Aku hanya diam menikmati sambil memandang langit yang tersenyum cerah dengan warna biru terangnya hehhe..

Baiklah..Berikan aku satu janji, satu kesempatan mungkin akan aku berikan kepadamu. Aku mau kamu menetapkan diri atas sebuah usaha yang kini sedang kamu jalani. Selesaikan satu semester ini dan kabari aku dengan kabar kebahagiaan. Datanglah dengan senyuman, menangkan kembali hatiku..karena aku masih di sini..

Cerita Fatamorgana


cute-tumblr-quotes-about-life-heartSeperti cahaya mentari yang menyeruak masuk melalui celah daun dan ranting..

Mata ini terpejam..
Ketika hati berharap pada sebuah fatamorgana..

Tahukah bahwa dirimu seperti fatamorgana?
Datang disaat sepi menghadang, menghampiri disaat rindu meradang..tapi sayang dirimu hanya fatamorgana kelam.

Ketika hati ini berbisik, berdesir seperti riak air laut menerjang karang. Saat merasakan sebuah perasaan baru, diterpa asa yang membuat haru..
Tapi apa, sekali lagi hanya fatamorgana..

Ilusi kah itu semua? Saat jantung ini menari dengan gemulai bagaikan balerina di panggung megah? Saat harmonika yang dimainkan lembut yang menghasilkan suara yang mesra dan mendayu?

Mungkin cerita ini belum siap. Terlalu dini untuk dimulai. Karena sang pemeran masih samar dengan perannya.

Rindu ini mulai terlepas, bagai ratusan balon warna-warni yang mulai terbang dan tersebar di awan. Kamu pergi, aku diam. Ada pinta yang tidak sempat terucap. Mungkin aku takut untuk mencari, karena fatamorgana hanyalah semu belaka. Tidak akan menjadi nyata..

Hei ini rahasiaku..

Kepada sang fatamorgana, yang membentuk siluet membelakangi matahari. Terima kasih atas kebahagian kecil, aku cuma bisa membalas dengan tawa renyahku yang tak sempurna.
Jujur, aku ingin mewujudkan fatamorgana..yaa kita berdua, kamu dan aku. Tapi lagi-lagi hanya fatamorgana belaka..

Baiklah, mungkin kuputuskan untuk mengejar waktu, semoga tak terhalang oleh bayanganmu, hai si fatamorgana..

Sikap #7


Entah rasanya, tapi kupikir apa sudahi saja rasa ini? Saat aku memikirkan dirimu di alam sadarku, aku tahu mungkin kamu tak lagi bisa dijangkau. Kau seperti kereta yang memusatkan kekuatannya, dengan kecepatan penuh kamu melaju menerjang angin. Haah lupakan saja..

Mungkin mata mu yang membuatku rindu, teduh menyejukkan hati ini. Tapi aku bukanlah yang bisa terus menunggu kata darimu, aku tidak se setia Hachiko yang rela menunggu hingga ia meninggal dan dikenal orang..
Jika memang harus menjauh yah kita akan menjauh. Seperti awan yang mengirim hujan, akan kukirimkan doa selalu untukmu.

Aku menyebut diriku limited edition. Aku mengartikan bahwa siapa pun yang mendapatkan aku, kamu akan mendapatkan wanita dengan kualitas paling baik di antara wanita lainnya. Mungkin lebih baik dari mantanmu, atau aku kalah cantik sedikit dengan senyuman ibumu. Hohoho..

Hmm kunanti pesan darimu yang entah kapan menghiasi ponselku. Ini memang salahku, yang tak berani mengirimkan pesan kepadamu. Tiap jari ini mengetik tuts huruf di blackberry ku, selalu saja tombol bertuliskan delete mengakhirinya. Ohh yahh untuk apa, kamu saja tidak menghubungiku. Siapalah aku? Siapa? Aku bertanya kepada dinding kamarku, sunyi. Dia tidak menjawab. Atau dia tidak mengetahui jawabannya. Sudah lupakan..ini hanya perasaanku saja. Yang terisi saat kita berdua sama-sama sedang sakit oleh yang namanya cinta.

Aku menerawang jauh. Aku memantapkan hati, aku memberimu waktu 3 hati dan lewat hari itu aku akan melupakan dirimu. Anggap saja selama ini sekedar pelipur lara, anggap saja hadiah itu sebagai bentuk balas budiku kepadamu. Aku ini bungan dandelion, kuat dan akan terus melangkah ke depan. Walau aku tak ingin ada hari esok.

Kita seperti bulan dan matahari yang tak pernah ada pada satu waktu..