Freedom Speech

Sampah di Jakarta

Sampah merupakan salah satu bagian dari masyarakat Jakarta. Kurangnya kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya, membuat kota Jakarta menjadi tidak asri. Bukan jauh dari kesan bersih, justru Jakarta dipenuhi oleh sampah. Di berbagai wilayah misalnya, sampah merupakan pemandangan yang dapat kita lihat dimana pun. Jalanan, ruang publik, bahkan di alam sekalipun seperti sungai.
Di musim hujan seperti sekarang ini, sampah Jakarta menumpuk bisa 10 kali lipat dari biasanya. Sampah ini kebanyakan berasal dari sampah rumah tangga. Sebagai contoh seperti yang saya lihat di pintu air manggarai, terlihat ada sampah kasur hingga kursi model bale. Bisa ditemukan topi, boneka, pakaian hingga daleman, lemari..bahkan kalo beruntung mungkin bisa menemukan sebuah ‘rumah’? Rakyat kebanjiran disebabkan sampah. Timbulnya banjir di Jakarta, disebabkan sampah dari ‘rakyat untuk rakyat’. Pemerintah sudah sering mengkampanyekan membuang sampah pada tempatnya, tetapi masyarakat sendiri terlebih yang berpendidikan rendah banyak yang mengabaikan hal itu. Sarana pemerintah seperti penyediaan tempat sampah di beberapa tempat kurang menjadi satu sarana membuang sampah. Warga lebih suka membuang sampah di sungai atau tanpa sadar membuang sampah di parit atau jalanan. Saya sendiri tidak menampik terkadang masih suka melakukan hal seperti itu.
Jika saya melihat di media cetak atau televisi, anggaran dari tiap-tiap daerah cukup besar yang diberikan pemerintah dalam upaya pelestarian lingkungan. Entah mengapa masih saja dibeberapa wilayah Jakarta ini banyak yang tidak memiliki sarana pembuangan sampah. Apalagi sehabis banjir besar kemarin yang merendam hampir sebagian wilayah Jakarta, dapat kita lihat penumpukan sampah yang membuat pemandangan menjadi buruk, ditambah bau sampah yang basah dan berhari-hari belum diambil dan ditangani dinas kebersihan menimbulkan lalat-lalat yang menjadi sarang penyakit.
Ini salah siapa? Masyarakat mengeluh banjir, mengeluh sampah yang tidak diurusi oleh pemerintah. Kesadaran masyarakat sangat minim, sehingga pemerintah dianggap perlu dalam mensosialisasikan budaya membuang sampah pada tempatnya. Jika budaya itu terus ditanamkan pemerintah, niskaya penumpukan sampah di Jakarta akan berkurang.
Sebaiknya pemerintah juga harus terus belajar bagaimana cara untuk mengolah setiap sampah sehingga menjadi suatu energi yang berguna. Di negara-negara Asia dan Eropa telah menciptakan sebuah alat dan pabrik yang dapat menolah sampah menjadi sarana kebutuhan masyarakat. Pakar di Indonesia seharusnya menciptakan suatu teknologi baru dalam upaya penanggulan sampah yang semakin hari semakin menumpuk.
Semoga gubernur kita Pak Jokowi dan wagub pak Ahok dapat memperbaiki Jakarta menjadi lebih baik dalam 4tahun kedepan dengan program-program unngulannya terutama penanggulangan dan pengolahan sampah.

Sherly – Fikom Broadcast Y.A.I 2009

One thought on “Sampah di Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s