Freedom Speech

Fenomena Cinta mesum di banjir Kanal Timur (BKT)

Banjir Kanal Timur atau yang biasa kita sebut dengan BKT yang terletak di timur Jakarta. Banjir kanal timur ini dibuat untuk mengurangi banjir di hulu Jakarta bagian timur. Sebelumnya BKT ini merupakan daerah yang gersang dan tidak tertata. Barulah setelah dibuat jalur khusus sepeda sepanjang 6,7 Km tersebut dan diresmikan oleh pak Jokowi pada 16 Desember 2012, mulailah di tata dengan menanami pohon dan tanaman lainnya di sepanjang sisinya. Tidak hanya pohon dan tanaman tetapi dibuat juga taman hijau untuk warga sekitar yang bisa digunakan untuk sekedar bersantai bersama anak-anaknya.

Setiap minggunya disepanjang BKT ini selalu ramai dikunjungi oleh warga, baik untuk sekedar Jogging, jalan santai, hingga bersepeda bersama keluarga. Tidak hanya itu, sepertinya moment ini dimanfaatkan oleh orang-orang untuk mendapatkan uang dan membuka lapangan pekerjaan. Bayangkan betapa ramai dan padatnya disana, dari tukang makanan kecil, minuman yang terdiri dari minuman panas maupun dingin, hingga makanan yang sering kita jumpai seperti bakso dll. Sore harinya hingga menjelang malam, kita bisa menemukan pedagang nasi kucing hingga bazaar pakaian di sepanjang BKT. 

Tetapi bukan ingin menceritakan itu, saya ingin membahas tentang pemanfaatan jalur rindang di tepi kanal itu. Menjelang weekend, tepatnya di mulai pada sore hari, banyak muda-mudi yang sedang kasmaran yang merasa dunia milik berdua memanfaatkan BKT untuk tempat pacaran. Mulanya mereka hanya duduk di motor, tetapi semakin malam para muda-mudi tersebut yang kebanyakan anak ABG mulai berani berbuat mesum. Saya sendiri jika naik motor merasa sangat risih melihat para anak ABG gelap-gelapan di atas motor saling berpelukan hingga bercumbu di atas motor. Ini baru yang di atas motor, jika melihat sisi BKT dari dekat lagi, ada turunan yang agak kebawah yang bisa di buat duduk-duduk juga. Saya melihat BKT seperti tempat berbuat mesum dengan dibuatnya sebagus itu, dengan pohon-pohon sepanjang hulu kanal dan penerangan yang bisa dikatakan cukup redup. 

Saya harap agar pemerintah bisa mengadakan pengawasan, tidak usah jauh-jauh hingga gubernur DKI Jakarta, dari walikota Jakarta Timur juga saya harap dapat melihat dan turun menangani fenomena ini yang terjadi setiap weekend. Jangan mengotori tempat umum dengan berkelakuan seperti itu, apalagi anak muda yang ke depannya menjadi penerus bangsa. Tohh fungsi dari Banjir Kanal Timur sendiri seperti apa, Jalur khusus sepeda fungsinya jelas untuk bersepeda, bukan untuk berbuat mesum seperti itu. Mungkin tidak hanya saya dan risih, masyarakat dan pengendara motor lainnya mungkin juga risih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s