Freedom Speech · Uncategorize

Rasyid Rajasa : Antara si kaya dan si miskin

Sungguh ironis pemerintah sekarang ini. Saya sebagai warga negara Indonesia sangat sedih dengan pemerintahan yang dari tahun ke tahun semakin buruk. Kali ini saya akan menulis tentang si kaya dan si miskin, mempunyai kodrat yang sama sebagai manusia, tetapi memiliki nasib yang berbeda. Uang dan kekuasaan di atas segalanya membuat masyarakat biasa yang semakin tertekan. Siapa yang tidak tahu, putra bungsu Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa, serta kecelakaan yang menewaskan dua orang pada 1 Januari 2013 di tol Jagorawi itu.

Tidak seperti masyarakat umumnya, terlebih masyarakat biasa maupun berekonomi rendah, Rasyid Rajasa tidak langsung ditahan pihak kepolisian. Rasyid mendapatkan dispensasi untuk dirawat dengan alasan kondisi psikologis. Bagaimana dengan rakyat biasa? Apakah kepolisian akan memberikan dispensasi juga atau langsung di giring ke kantor polisi?  Sangat miris memang, lagi-lagi uang dan kekuasaan mengalahkan hukum? Ya itulah yang terjadi.

Seperti yang saya lihat dan dengarkan melalui media, baik media cyber maupun cetak dan elektronik, bapak Menko perekonomian Hatta Rajasa menjadi jaminan atas anaknya. Mungkin naluri seorang terlalu besar atau memang ia memanfaatkan kekuasaan yang dia punya? Sungguh menyakitkan hati masyarakat kecil sikap pemerintahan yang seperti ini. Saya harap, jangan semua pejabat menggunakan uang dan kekuasaannya sehingga hukum di Negara kita yang sudah bengkong menjadi semakin bengkok.

Media itu mempunyai kekuatan besar, yang membenarkan satu teori yaitu apa yang dianggap penting oleh media, dianggap penting juga bagi audiencenya. Media juga dapat mempengaruhi audience. Dengan adanya pemberitaan mengenai Rasyid Rajasa yang dengan bebas bisa bersenang-senang dengan temannya bermain futsal, ikut menonton wayang di Candi Borobudur, antar jemput dengan mobil mewah, hingga bisa potong rambut dengan model terkini. Saya sebagai masyarakat biasa hanya bisa bew – WOW atas semua ini.

Perbuatan Rasyid yang menghilangkan dua nyawa, Rasyid hanya disangkakan Pasal 310 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman 6 tahun dan denda Rp 12 juta. Jaksa juga mendakwa Rasyid dengan dakwaan subsider Pasal 310 ayat 3 jo Pasal 310 ayat 2 UU Nomor 22 Tahun 2009 yaitu “Dakwaan primer terdakwa diancam dengan 6 tahun penjara dan denda Rp 10 juta.

Salah biarlah salah, saya mohon kepada pemerintah Indonesia, terlebih yang mempunyai kekuasaan tertinggi pak Presiden SBY agar dapat melihat adil terhadap kasus ini. Sebagaimana kita tahun keluarga Hatta Rajasa dan keluarga SBY mempunyai hubungan pernikahan politik anak-anak mereka. Lihatlah lebih dekat, biarlah cerita si kaya dan si miskin ini menjadi pelajaran ke depannya agar lebih baik lagi, baik untuk pihak kepolisian, pengadilan dan pemerintahan kita.

One thought on “Rasyid Rajasa : Antara si kaya dan si miskin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s