all about LOVE ♥

Kanvas kosong

Suatu hari ketika kita akan bertemu lagi aku akan melambaikan tanganku. Aku melihat wajahmu yang akan tersenyum, selamanya ada dalam pikiranku.

“Itu saja, kah hmm?” adalah respon yang aku terima, dan aku ingin tahu apakah aku masih bisa tersenyum dengan baik dan meyakinkan? Aku masih tidak dapat menyerahkan sebuah bola kertas dengan tulisan “Aku cinta padamu” yang tertulis di dalamnya. Karena hatiku terceraiberaikan, tumbang, dan menggelitik. Bahkan jika hal-hal yang tidak biasa tetap seperti ini, melayang jauh ke angkasa. Kanvasku Ini tidak akan pernah berubah, tidak akan pernah kotor, kanvas kami. 

Aku melihat, mencari, dan berjalan untuk sebuah kata “maaf” yang diucapkan dalam tanggapanmu. Meskipun kata-kata “I love you” yang ditulis pada bola kertas yang terus memudar warnanya. Aku tak punya kekuatan untuk membuangnya.

Dalam waktu di bawah langit yang selalu berubah. Ini tidak akan pernah dilupakan, hal itu tidak akan pernah berpisah, obligasi pasti akan menjadi lebih kuat. 
Tersebar mudah seperti awan, dijangkau seperti pelangi. Ini tidak akan pernah kembali. 

Apakah itu cinta, mimpi, atau kereta terakhir, aku berlari mengejar dalam kebingungan. Ketika aku memegang tanganmu dengan erat, kamu mengatakan “sakit”. Ketika aku melihat matamu,, memang benar bahwa aku selalu berkata-kata. 
Bahkan jika hal-hal yang tidak bisa tetap seperti ini, dan melayang jauh dari sini.

Segalanya terbang bebas seperti burung, sepi seperti angin. Kanvas ini tidak akan pernah  kotor, kanvas ini hanya tertutup air mata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s