all about LOVE ♥

Tunas kecil yang mencari matahari..

Cerita tentang sebuah tunas yang tidak bisa tumbuh dengan sempurna, yang dikarenakan tunasnya tertimpah sebuah batu kerikil..

Karin bukanlah seoarang anak istimewa yang dilahirkan dari keluarga yang bahagia. Kehidupan yang ia jalani tidak seperti kehidupan yang dialami oleh sebagian besar anak-anak perempuan lainnya. Tidak bertabur boneka-boneka lucu, baju-baju merah muda, dan yang terpenting adalah kasih sayang seorang IBU. Berbeda dengan ketiga saudaranya, mungkin dapat disebut ia hanya mendapatkan sisa-sisa dari mereka..
Ibu..definisi yang sangat mudah untuk diartikan. Seorang wanita yang menurut kebanyakan orang di dunia adalah seorang yang sangat mengerti akan kehidupan keluarganya, yang mengurusi keluarga, membesarkan anaknya dengan limpahan cinta dan kasih sayang. Tetapi menurutnya seorang ibu adalah manusia yang tidak memiliki hati nurani yang dengan mudah menghukum anaknya yang ditinggalkannya dahulu dengan alasan ” kamu dilahirkan ketika SAYA sedang bertengkar dengan ayah “. Sungguh pantaskah seorang ibu menyebut dirinya SAYA depan anaknya?? ( ibunya menyebut dirinya SAYA didepan Sherrin  ). Sungguh  tidak bisa mengerti…
Karin dibesarkan oleh ama ( panggilan nenek untuk orangtua dari ayah ) . Hingga usia 5 tahun ia dibesarkan dengan cinta yang bukan berasal dari oarangtuanya. Hingga saat berumur 5 tahun, ibunya berniat memboyongnya ke rumah di daerah Tangerang. Karin yang tidak tahu apa..menganggap ini adalah suatu ajakan liburan. Dia tahu dia ibunya..tapi aku tidak mengenal sosoknya.
Hingga ia tiba di rumah ” penyiksaan ” ia pun mengetahui siapa dia..

Hingga saat Karin berusia 18 tahun, ia seperti diberikan jalan oleh Tuhan. Aih kuniko ( kakak mamah ) mungkin yang mengetahui betapa beratnya kehidupan yang ia jalani, dia membawa Karin ke rumah Om Fen ( sebutan untuk adik papa ). Kehidupan untuk meniti masa depan yang cerah telah dimulai saat itu. Sekarang Karin tumbuh menjadi wanita yang tegas, terkadang emosional, mandiri dan lebih dapat mengerti susahnya hidup. Sekarang ia hanya menjalani kehidupan sekarang, masa lalu yang buruk biarlah menjadi sebuah contoh pengalaman hidup yang bisa diceritakan kepada anak atau cucuku nanti. Menjalani hari-hari yang berharga hingga mencapai cita-cita dan masa depan yang lebih baik, karena ia tidak mau jika nanti sudah berkeluarga anak-anaknya mendapatkan kehidupan yang tidak layak. Walau hidup sederhana..kasih sayang sepenuhnya akan dilimpahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s