all about LOVE ♥

Sikap #6

Eh kamu emang apa sih yang sebenernya kamu rasain terhadapku? Sungguhkah kamu ada rasa sama aku? Aku bingung dalam sepi, saat kamu bilang sayang padaku. Benarkah yang kamu rasa? Benarkah yang kamu katakan? Bimbang dan ragu atas perasaanmu sejak kamu bilang kamu merasa takut akan hubungan ini. Aku ragu saat kamu bilang malu, walau aku senang saat kamu bilang merasa salah tingkah saat bersamaku.

Hei kita dekat dalam kurun waktu dua bulan ini. Walau tidak pernah benar bertatap muka, tapi dengan lancar kita berkirim pesan singkat. Tapi kamu harus tau, tidak cukup jika hanya seperti ini saja. Memang kamu gak mau menemuiku secara langsung?

Hmm rasanya tidak ada sesuatu yang baru. Saat tidak sengaja kubuka twittermu, kamu jarang update. Blackberrymu bisa dihitung jari kala kamu mengganti profile picture mu. Ahh iya kamu khan si Mr. Busy pastinya lagi sibuk dengan perkerjaanmu. Fokus pada sesuatu yang menafkahimu.

Menunggu balasan ввм membuatku mengantuk. Balasanmu lama sekali, bahkan sambil mencuci piring yang banyaknya hingga 50 buah saja masih ada waktu. Sudahlah, mungkin yang kamu bilang hanyalah kata untuk seorang kakak kepada adiknya. Seperti yang selama ini kamu katakan. Hei hei ini bukan menulis diari, tapi ini seperti aku menceritakan kepada kalian semua apa yang aku pikirkan dan rasakan. Baiklah aku juga gak marah kalau kalian gak mau mendengarkan atau membacanya. Huh.

Ahh rasanya aku ingin melukis, mungkin kupikir melukis padang lavender dengan pensil lebih mudah daripada aku menggunakan kuas-kuas kecilku dengan cat air beraneka warna. Sulit..dan yah sulit. Sebenarnya yang aku lakukan ini hanya untuk membuang waktuku, membuang ingatan jikalau memang perasaanmu hanya kiasan saja.

***

Hai cantik, kamu kok diam saja? Apakah kamu gak mau berbicara dengan rekanmu? Apakah kamu gak mau bisa tertawa bareng? Aku melihat dirimu bukan seorang yang pendiem loh, tapi mungkin kamu butuh proses agar bisa berbaur dengan lingkungan ini. Kalau aku bisa membisikkan, mereka asik-asik loh jadi tinggal bagaimana kamu bisa mempertahankan komunikasinya aja.

Kamu terlihat diam di pojokan. Bukan karena kamu ingin, tapi kamu masih bingung apa yang harus dilakukan. Hei jika kamu bingung, kami semua tidak melarang kamu untuk berbicara kok. Aku pikir kamu orang yang baik, ayo coba berusaha untuk bisa satu visi dengan lainnya.

Bukan aku terlalu pede, tiap aku masuk ke dalam matamu selalu melirik ke arahku. Aku sadar kamu ingin memulai perkenalan, dan aku sendiri lebih ingin kamu yang maju untuk berani mengungkapkan. Ayo cantik, mungkin kamu akan bertambah cantik jika lebih sedikit ‘nakal’ dengan celotehan dan tawamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s