all about LOVE ♥

Pelukis Kata

Image

Aku mungkin bukanlah sang pelukis kata yang lihai. Mungkin bisa dikatakan diriku masih jauh dari kata sempurna. 

Aku berkata bahwa aku wanita yang kuat,  tapi aku masih menangis saat membaca pesan darimu. Aku juga berkata bahwa aku wanita yang tegar, tapi nyatanya aku masih merasa sedih dengan kesendirian.

Hei pesan darimu begitu kuat. Entah darimana kau mendapatkan kata-kata itu, karena ketika kemarin waktu mempertemukan dan menjadikan kita satu hati kamu tidak seperti ini. Kamu tidak pandai berkata, kamu sunyi tetapi berirama canda saat bersama.

Pesan yang berupa rangkaian kalimat yang tersusun itu memang membuat hati ini berdesir. Seperti angin yang membisikkan hatiku yang sendu. Entah kenapa bagai rindu yang tidak tersampaikan sempurna. Aku menangis, dan jujur aku sangat terharu. Tapi bagaimana aku bisa membalas pesan darimu, jika setiap jari ini mengetik huruf-huruf selalu kelu, apa aku harus menyalahkan tombol delete saat balasan pesan untukmu itu hanya masuk kotak draft dan akhirnya benar-benar hilang?

Berulang kali aku membaca pesan darimu dengan mata berkaca. Aku merasakan ketulusan hatimu, kejujuran perasaanmu, bahkan aku masih merasakan cinta yang kuat darimu kepadaku. Aku sadar, aku masih membutuhkan dirimu, kedua mataku masih mencarimu di sekitaran. Tapi hati ini begitu keras, aku tidak bilang sekeras batu, mungkin seperti es yang kapan saja dikeluarkan akan meleleh, menyublim setiap rasa.

Pagi ini aku terbangun, dan aku baru membaca pesan darimu. Semalam itu aku sudah terlelap dengan kelelahanku, sehingga tubuhku menyatu dengan empukknya kasur. Walau tanpa mimpi, aku masih bersyukur.

Kamu tahu, pagi ini juga angin berbisik kepadaku. Angin menerpa wajahku dan membeli rambutku dengan lembut, ia memberikan kesejukan di atas peluh. Tapi angin tetap saja sunyi, ia tidak berkata. Dan aku tidak mengerti sandi-sandi yang ia berikan. Aku hanya diam menikmati sambil memandang langit yang tersenyum cerah dengan warna biru terangnya hehhe..

Baiklah..Berikan aku satu janji, satu kesempatan mungkin akan aku berikan kepadamu. Aku mau kamu menetapkan diri atas sebuah usaha yang kini sedang kamu jalani. Selesaikan satu semester ini dan kabari aku dengan kabar kebahagiaan. Datanglah dengan senyuman, menangkan kembali hatiku..karena aku masih di sini..

2 thoughts on “Pelukis Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s