all about LOVE ♥

Sikap #8

Image

Persembahan untuk hati yang terpisah..

Saat pertama kita berdua bertemu di sini dua bulan yang lalu, itu hari ini bukan? Aku bahkan tidak tahu cara mencium kekasih pertamaku dengan manis.

Hari tanggal jadian kami yang bodoh. Kamu tahu aku diam-diam menulisnya di kalender, dengan bulatan hati berwarna merah.
Aku bertanya kepadamu “Apa kamu tahu, hari ini hari apa?” Walau aku sedikit terkejut saat kamu menjawab “Ini hari ulang tahun mantan kekasihku”

Kamu mengatakan itu sambil tersenyum dan walau wajahmu terlihat sedikit jengkel. Aku tak ingin mendengar hal itu di telingaku. Aku tak dapat dibandingkan dengan kenangan antara kamu dan dia saat bersama. Tetapi, meskipun aku sangat menyukaimu, kita sering menjauh satu sama lain.

Kita tak dapat menemukan hati kita masing-masing, hati kita satu sama lain, dan daripada ini terjadi, mungkin lebih baik kita tak saling bertemu, sampai hatimu memberikan jawaban. Tak peduli jika esok atau lima tahun lagi, aku akan selalu menunggumu di sini. Mari kita berjanji dan mengikat benang merah dalam hati kita.

Bunga yang kuncup saat itu sudah memiliki warna yang indah. Saat musim gugur yang kemudian berlalu berganti musim dingin yang juga sudah berakhir, ia menjadi kering, mencerminkan bagaimana aku saat ini. Waktu terasa sangat menyakitkan..aku bingung.
Saat aku menutup mata, aku melihat bayanganmu berjalan, bersandar, dan mengapung bersama orang lain. Dari situ aku merasa seperti aku tak akan bertemu denganmu lagi.Aku pasrahkan hatiku untuk tidak akan melihatmu lagi. Aku mencoba bertahan dalam hatiku yang terbelah, hingga kini aku menemukan jawaban yang aku percayai.

“Dapatkah kita bertemu?” tertulis dengan jujur dalam isi surat darimu. Kata-katamu terlihat sangat jujur. Kata yang bertinta buram karena karena air matamu yang jatuh.

Aku akan segera menemuimu disana. Jangan menangis, karena hari ini adalah ulang tahun kebersamaan kita yang pertama. Marilah kita merayakannya, walaupun benang merah itu tidak terikat dan terlihat lagi.

Kamu dapat berharap untuk dicintai, tetapi jangan lupa kalau kamu harus percaya. Ini mungkin akan menjadi sebuah perjalanan tanpa tujuan yang jelas, tetapi itu tak mengapa. Mari kita berjalan perlahan-lahan di jalan yang kita percayai, dengan orang yang kita cintai masing-masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s