all about LOVE ♥

Pria Kopi

Suatu pagi di tengah kesibukan ibukota. Sebuah kedai kopi mungil terletak di persimpangan jalan. Walau kedai kopi itu berhimpitan dengan toko donat dan kafe lainnya, tapi tidak menyurutkan langkahku untuk mampir sejenak.

“Cappucino hangat yah” seruku kepada barista di kedai kopi itu. Sambil menunggu aku sempatkan membaca koran hari ini. Headline nya masih sama seperti minggu kemarin, korupsi lagi. Ahh teringat kenangan saat masih kuliah dulu, saat harus mencari berita untuk tugas produksi TV. Mungkin aku tak akan sempat untuk duduk menikmati cappucino hangat seperti ini, kita sudah berangkat menembus kemacetan Jakarta untuk sebuah nilai akhir.

“Silahkan, selamat menikmati” barista itu menyodorkan cappucino hangat pesananku sambil tersenyum dan kemudian berbalik untuk melanjutkan pekerjaannya. Aku tersenyum kepadanya dan mengucapkan balik terima kasih. Umurnya sekitar 27 tahun, dan rasanya dia bukan hanya sebagai barista karena yang lain bersikap hormat kepadanya. Dia menoleh kepadaku, buru-buru kulepaskan pandanganku ke arah jendela. Jangan sampai dia menganggap aku aneh, lagian ngapain juga sih aku ngeliatin dia hihh!

“Silahkan tissunya”. Hah? Kapan aku meminta tissu yah?? Hey ada sebuah pesan singkat di balik lembar tissu itu. Ahh apakah dia marah?? Dag dig dug aku membuka lembaran tissu. Sebuah gambar beruang dengan pesan “have a nice day”. Aku tersenyum kepadanya lalu berjalan meninggalkan kedai kopi itu. Dan kejadian ini berlangsung selama sebulan ini. Aku yang awalnya bersikap biasa memberanikan diri untuk bertanya.

“Apakah kau seperti ini kepada setiap pengunjung??”
Pfft wajahnya lucu banget, dia terlihat grogi dan memerah wajahnya. Well, dia berperawakan tinggi dan pakaiannya selalu terlihat rapi. Mungkin dia menyetrika nya hingga benar-benar licin. “Hey sampai kapan kamu diam?” Aku kembali bertanya. Dia duduk dan kami berhadapan sekarang, hanya terhalang sebuah meja kini. Tercium aroma kopi tubuhnya akhh baru kali ini sedekat ini, kenapa jadi aku yang grogi dipandangi seperti itu.

“Ehemm, sebenarnya dirimu menarik perhatianku. Aku tidak mengenal dirimu, aku tidak tahu siapa kamu. Kamu selalu duduk di pojok dekat jendela dan kadang kamu termenung memandang jauh ke langit kemudian menghembuskan nafas panjang sesekali. Aku hanya ingin melihatmu tersenyum, menjadi tempat kamu menumpahkan segala keluh kesahmu, dan rasanya ingin aku memelukmu dan berkata bersandarlah di pundakku, biar aku menjadi bagian dari hidupmu” jelasnya.

Aku memberikan senyuman termanisku. Sungguh ungkapan yang paling manis yang pernah kuterima. Bahkan namanya saja aku belum tau, apakah pria ini takdirku? Kutuliskan beberapa kata di balik lembar tissu yang dia selalu berikan “have a nice day, too..”. Inilah awal kami berbicara dan si pria kopi ini memang menarik perhatianku. Mungkin kami akan dekat.

Haii aku Samantha, siapa namamu? Hai aku Andreas, nice to know you🙂

Pertemuan manis dengan pria kopi. Kisah kesukaanku akan kopi dan rasa cintaku dengan si pria kopi. Manis pahitnya kopi melebur bersama dengan perasaan ini..

*cerita ini hanya fiktif belaka. Selamat membaca🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s