all about LOVE ♥

I Think..

97b055a838a09d01c2721e03e76d2d67

Apa kesibukanmu hari ini?

Sepertinya aku sedikit aneh. Untuk apa aku berpikir seperti itu di dalam diam. Jika sebenarnya bisa saja aku langsung bertanya mengenai kabarmu melalui pesan singkat. Mengingat tentangmu di pagi hari adalah salah satu kegiatan rutinku yang tak pernah kulewatkan. Kalau saja kamu membaca tulisanku ini, aku bisa menjamin kamu akan ada senyum merekah di wajahmu dan andai tebakanku benar, mungkin saja ada sedikit desir lembut di dalam hatimu mengetahui betapa melankolisnya diriku. Aku tak peduli jika kamu bilang aku berlebihan. Kamu juga boleh menganggap aku wanita yang penakut. Tetapi, saat kalimat pengakuan hanya bisa kuucapkan dengan terbata, izinkan tulisan ini yang menjadi perantaranya.

Tahukah kamu, perasaan ini awalnya tak pernah aku sangka.

Ingatkah kamu perkenalan pertama kita? Hahaha..maaf sepertinya aku tidak dapat mengingatnya. Karena mungkin saat itu masih bukan bagian dari kenangan manis kita.

Hanya sebuah perkenalan singkat karena kam hanya tanya siapa namaku. Tak pernah dulu sedikit pun membayangkan kamu berjalan di sebelahku seperti saat ini. Apakah kamu melontarkan candaan yang membuatku terkekeh riang. Tentu saja kita tidak sedang berduaan. Ada aku, kamu, dan teman-teman kita di sekitaran saat itu. Dan aku berpikir kamu orang yang pendiam dan tak peduli dengan sekitarmu.

Pertemuan kita berikutnya tak kalah biasanya. Saat kamu dan aku bertemu di acara makan bersama, berbagi meja dan mengambil makanan dari satu piring yang sama. Di tengah riuh canda teman – teman yang memekakkan telinga, aku melihat dirimu pun demikian. Aku tersenyum mengenang saat itu detik ini. Jatuh hati memang tidak bisa diduga. Mengaburkan logika dan membuat lihai dalam memanipulasi kata dan fakta. Yang aku pikirkan saat ini hanya agar dapaat menciptakan momen dari kebersamaan kita. Karena jika terlalu memendam rasa terkadang membuat kita menjadi merasa gila.

Tahukah kamu, aku terkadang tidak tidak benar-benar berani melihat dirimu ..

Buatku, ujian berat adalah saat kau dan aku harus duduk berhadapan : mau tak mau harus saling berpandangan. Aku khawatir kau bisa menangkap binar dari mataku. Jika kau pandangi dengan dalam sekian lama, bisa-bisa rasa yang selama ini hanya kupegang erat tumpah — menguak ke udara. Aroma cinta yang telah kulipat rapi takan bisa kujamin tak sampai ke hidungmu yang hanya sejengkal dekatnya. Meski tanpa harus saling memandang mata, ketahuilah bahwa kau dan hal-hal kecil tentangmu tak pernah tersingkir dari kepalaku.

Tahukah kamu, aku sering mengkhawatirkan bekas luka di tanganmu.  Yang selalu kamu biarkan mengering begitu saja tanpa pernah tersentuh antiseptik. Tapi aku sadar juga akan kesalahanku. Kebiasaanmu memarahiku jika aku menunda soal kesehatan. Yang tak pernah teratur dalam membagi waktu makan, hingga terkadang aku menahan rasa sakitnya. Masihkah pelupa dirimu, hingga meninggalkan sesuatu ? Ahhh banyak hal tentang kita yah..

Menyukaimu mungkin membuatku jadi orang yang pintar membaca pertanda. Mataku terbiasa menyapu tempatmu parkir kendaraan di setiap pagi eh siang deh, mencari kendaraanmu yang sudah terparkir rapi. Jika kendaraanmu tak ada, aku langsung bertanya kemanakah dirimu. Baik-baik sajakah selama di perjalanan? Atau apakah kamu sedang malas dan ingin merebahkan badan saja sepanjang hari , membayar jam tidur yang sudah tergadai sepekan lalu.

Kamu barangkali tak menyadari betapa aku memperhatikanmu. Kamu memang tak perlu tahu. Cukuplah aku memandang tingkahmu dari kejauhan. Hanya memandangmu dari jauh pun, aku tak pernah keberatan. Aku memang sudah jatuh cinta padamu. Kadang aku heran, apakah cinta memang selalu segila ini? Pikiranku seperti pohon yang bercabang. Di setiap ujung tangkainya, kamu lah yang jadi muara penantian panjang.

Kuakui. Sesekali pikiranku melayang begitu saja ke suatu tempat yang kuharap bisa dinamai “Kita” 

Sesekali aku suka mengamatimu yang sedang sibuk dengan pekerjaanmu. Aku juga sering mencuri pandang waktu kamu terlihat serius dengan pekerjaanmu. Andai, aku berani kesisimu. Menemani jenuhmu yang mungkin saja tiba-tiba menyerang. Salah satu hal menyenangkan denganmu adalah saat makan siang. Sembari makan, kita bisa banyak berbincang. Saat lelah dengan topik serius, kita bisa bertukar cerita soal film dan lagu yang kini jadi bahan pembicaraan. Apapun topik yang kamu bawa ke meja perbincangan, aku akan dengan senang hati mendengarkan.

Jika “kita” itu memang ada. Kuharap, langkah yang kuambil saat ini memang mengarah ke sana. Aku ingin melakukan ini dan itu. Tapi pada akhirnya jalan terbaik menurutku adalah diam, mengamatimu, sembari terus membawa namamu dalam dawai-dawai doa nan bisu.

Menyayangimu tanpa pernah mengungkapkannya — membuatku tahu : cinta yang paling baik adalah cinta yang tetap sederhana

Sebelum jatuh hati padamu, kupikir cinta selalu dipenuhi cokelat-warna pink-dan bunga. Aku tak pernah sadar bahwa sebaik-baik cinta adalah rasa yang tetap membumi dan sederhana. Kehadiranmu tak pernah kusesali. Keberadaanmu mengajarkanku banyak hal yang harus kusyukuri.

Sebagai manusia biasa, tentu aku ingin kita bisa bersama.  Kehadiranmu membuatku percaya. Bahwa cinta selalu berada di bawah tanganNya yang paling kuasa. Beberapa hal perlu diusahakan, namun hasil akhirnya hanya butuh diserahkan.

Terima kasih telah menjadi bagian hidupku. Terima kasih atas pelajaran yang kamu bawa tanpa harus mencekokiku dengan ceramah yang berentet panjangnya❤

2 thoughts on “I Think..

  1. Jalan terbaik bukan lah diam, diam mengartikan kata netral. Jika salah lebih baik diam mengakui dan menyesali kesalahan.
    jalan terbaik adalah memperjuangkan, dan hasil nya berserah diri apa yg telah di perjuangkan.

    Mengenal mu adalah memperbaiki diriku, bersyukur adalah kata yang tepat. Bersyukur mengenal mu, bersyukur kamu dpt menerima aku, bersyukur ada yg membantu aku saat kosong,emosi bosan dan jenuh. Berbagi cerita memang tidak dapat ke sembarang orng, kamu adalah orng yang cukup sabar menanti keluh kesah ku. Tak sabar untuk membantu ku menjalani apa yg sulit untuk ku.

    Terimakasih kamu telah menerima aku apa ada nya semoga kata “kita” di restui oleh Allah SWT.

    Pertama tumbuh rasa thd kamu, ketika kamu di luar membelakangi aku. “Siapa nih?” Kata dalam hati.
    mengenal mu bagai mentajam kan pensil, apa kamu baik ? Apa kamu bisa bareng sama aku ? Apa mungkin aku dgn kamu ? Perbedaan agama aaah gk mungkin. Namun smua terjawab saat ini.

    Berharap kamu tak ka berubah samapai kapan pun terhadap aku.
    Meski aku bukan seorang pujangga yang dpat memainkan gitar dengan merdu sambil membawa setangkai bunga matahari dan coklat. aku minta Tetaplah hangat di dekat ku. Terimakasih kamu mau menghargai aku sampai saat ini.

  2. Ber dua dengan mu..

    Terindah meski terkadang sulit memberi mksud. Bola mata yang hitam separuh tertutup klopak mata, terdpat hitam(mata panda) di pinggir mata. Jari yg hangat sampai berkeringat, mudah di kenali dgn suara. Nanyian adlah ramuan tidur pulas. Pelukan tngan memberi harapan dan inspirasi. Helusan tangan menjadikan kesabaran. Berbagi pada yg lain dijadikan doa. Merah muda untuk memecahkan dan berbagi. Sembab adalah akibat di simpan atau di lampiaskan. Diam saat menahan. Menatap memastikan. Penasaran memaksa.

    Hujan adalah perkenalan. Hujan memberikan waktu.

    Bintang dilangit memberikan kesejukan dan ketenangan, menantap bintang di langit yang gelap memberikan senyuman manis untuk mu. Terlarut menatap langit melupakan hal yang buruk, dan mengingat akan kesenangan menjadi tenang.

    Matahari memancarkan sinar yang cukup menyengat tetapi masih sanggup memberikan warna pada hujan (pelangi). Meski hati terasa panas namun diri mu menjadi pelangi di hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s