all about LOVE ♥

Little Love

Terkadang aku sedikit kikuk tak percaya setiap kamu dengan sabar membelai kepalaku saat aku sedang bertingkah menyebalkan. Kamu selalu bilang aku seperti anak kecil yang tak bisa menyembunyikan perasaan. Keras kepala, tidak mau mendengar, sampai mau menang sendiri menjadi kebiasaanku.

love-tumblr-we-heart-it-kuapc684

Bersamaku kamu tidak mendapatkan kemewahan memandangi wanitamu berlama-lama di depan kaca demi menyempurnakan riasan muka. Aku bukanlah wanita yang gemar bersolek, berpakaian pun aku apa adanya.

Aku suka kejutanmu saat kamu tiba-tiba mengajakku berjalan-jalan di saat aku sedang merasa terpuruk. Di depan pintu kamu dengan sabar menungguku yang kadang bergerak dengan lambat.Tidak ada kata menggerutu, justru kutemukan senyummu setiap kali mata kita bertemu. Kamu memajukan sedikit dudukmu, dan kamu turunkan dudukan kaki untukku.

Kita tak pernah mengira ternyata begini rasanya jadi orang dewasa. Betapa mengerikannya hidup yang cuma berisi berangkat pagi-kerja sampai malam-menikah- lalu memiliki anak. Tapi aku berharap bersamamu rutinitas itu tak akan terasa begitu mengerikan. Semua bisa dijalani dengan tenang, sebab kehadiranmu menggenapkan.

Tak sekali dua kali kita beradu argumen seperti dua orang keras kepala. Tapi apapun yang terjadi, kam dan aku selalu saling menemukan di ujung hari. Sebagai manusia biasa kita tetap bertengkar seperti pasangan selayaknya.

Kamu selalu bilang tak butuh apa-apa selain rasa nyaman. Tak sedikitpun kamu minta aku berubah untukmu, kamu selalu  mendukung semua keinginanku tanpa perlu bertingkah sok tahu. Atas nama impian-impian kita, ijinkan aku mengucap syukur atas kehadiranmu di setiap harinya. Pendampinganmu membuat rutinitas sebagai orang dewasa tak lagi terasa begitu menyiksa.

Aku tahu kamu lelah seharian memeras otak di depan layar laptopmu. Tanggung jawabmu tidaklah kecil, tak bisa seenaknya keluar dan menyingkir dari beban pekerjaanmu. Tapi apapun yang terjadi, kamu selalu ada di ujung hari. Demi memastikan wanitamu tak kekurangan apapun sebelum terbenam di peraduan yang sepi.

Terima kasih untuk telinga yang selalu tersedia bagi setiap perbincangan. Untuk kejujuranmu mengungkapkan pendapat — yang kadang menyakitkan — tapi penuh kebenaran. Bagi setiap perdebatan yang sering berakhir pada pertengkaran, namun membangun pondasi kita lebih tegar pada berbagai goncangan.

Terima kasih, untuk genggaman di tangan setiap aku merasa sendirian. Untuk kesabaran menjelaskan arah utara maupun timur.. Untuk kelapangan hati menerima wanitamu yang jauh dari kata sempurna dan manis ini. Bersamamu aku tahu selalu ada yang layak diperjuangkan dalam hidup ini. Di sisimu aku selalu cukup punya alasan untuk bertahan, tak peduli bagaimana kerasnya sikutan cobaan yang dihadapi.

Walau di luar sana masih banyak wanita yang lebih sempurna. Yang lebih pandai memulas wajah, yang lebih piawai memanjakan perut dan hatimu dengan hidangan hangatnya.Tapi padakulah kamu memilih berhenti. Di tanganku kamu selalu menyisipkan jari dan kembali. Apapun alasannya, terima kasih karena kau berkenan berjalan di sisiku. Terima kasih, sebab kau sudah mencintaiku dengan setulus hati. Meski kekuranganku tak cukup jika dihitung dengan jari, kuangkat topi untuk keberanianmu meluangkan kasih dan berhenti mencari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s