all about LOVE ♥

They Called It Home

Rumah. Satu kata dengan berjuta makna yang terkandung di dalamnya. Sebuah tempat dimana perjalan hidup akan dimulai, disana pula kelak kita akan menutup cerita pada akhirnya.

Sebuah bangunan sederhana, dimana kamu tumbuh dan menerima hangatnya cinta dalam keluarga.

Sebuah bangunan yang melindungi diri dari panasnya matahari dan derasnya air hujan. Tempat yang membuatmu merasa aman dan dapat tidur dengan nyenyak. Beribu momen kebersamaan yang terlewati bersama anggota keluarga.

Disanalah tempat kamu menyimpan kenangan masa kecil, dimana tembok yang dipenuhi coretan krayon kebangganmu. Ia tidak keberataan saat putihnya tembok menjadi papan tulis dadakan ketika tangan mungilmu mulai belajar membuat garis dan menggambar sebuah bulatan. Ingatkah saat kamu melangkahkan kaki saat pertama kali kamu belajar berjalan? Walaupun puluhan kali kamu telah terjatuh, tetap bisa tersenyum dan kembali mencoba memulai langkah yang baru.

Bangunan itu yang menjadi saksi masa mudamu. Saat pertama kali kamu membuka surat cinta pertamamu, saat masa dimana kita beradu argumen dengan ayah dan ibu, putus cinta hingga kini menjadi seorang dewasa.

Rumah dan keluarga, sebuah elemen penting dalam menjajal kenikmatan dunia. Rumah adalah saksi pertumbuhan kita menjadi seorang individu. Hidup sendiri membuat kamu sadar, kamu rindu pulang.

Rumah adalah tempat yang nyaman, dimana segalanya sudah tersedia. Berbeda dengan hidup mandiri, semua dilakukan sendiri. Tak ada yang menunggu pulang, tak ada pula yang bisa ditunggu kedatangannya.

Saat sakit betapa merindukannya belaian hangat tangan ibu. Wajahnya yang cemas saat mengganti air kompresan yang mulai menjadi dingin. Marahnya ayah yang kesal bahwa aku ternyata masih belum bisa menjaga kesehatan. Semua momen itulah yang aku rindukan.
image

Semua menyebutnya rumah. Kadang aku berpikir, betapa beruntungnya orang di luar sana yang punya hidup sesuai dengan yang seharusnya, tanpa harus berpura-pura bahagia..

4 thoughts on “They Called It Home

  1. Pertahankan rumah mu Pertahankan keluarga mu Jadikan yang terbaik bagi keluargamu teduhakanlah rumah mu semangatkan dirimu Jadilah yg terbaik untuk keluargamu Temuilah keluargamu peluklah keluargamu buatlah perubahan di rumahmu jangan biarkan keluargamu hilang

    1. Keluarga yang tidak mencoba mempertahankan anggota di dalamnya. Apalagi jika sedari lahir gak dianggap🙂 cuma bisa berdoa dan memohon ampun kepada Allah. Semoga diberikan jalan terbaik yah. Amin

  2. iy ne, jadi keinget pulang gua dari dulu ampe skrng babe gua masih ngontrak, rumah dulu gua ude jadi moll, moga gua jadi orang super tajir biar bisa beliin rumah buat babe gua ama harim ama anak gua ampe cucu cucu gua juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s