Freedom Speech

Mengenal Generasi X, Y dan Z

F9LJ48KMRK (1)

Suatu hari kantor kami mengadakan sebuah diskusi singkat mengenai pola tingkah laku pengguna internet masa kini. Saat itu Managing Director membahas sebuah gen-gen alias generasi yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu X,Y dan Z.

“Coba kalian pikirkan, mana generasi yang kalian anut saat ini? Dan apakah fenomena yang saat ini terjadi di antara para remaja sudah benar seperti keharusannya?”

Berbekal rasa penasaran, aku mulai mencari tahu mengenai pembahasan generasi tersebut.

Saat ini dunia sudah memasuki era baru yaitu “Internet of Thing”, dimana pada era ini semua perangkat yang ada di sekitar kita saling terhubung dengan internet.

Dapat dikatakan Negara Indonesia merupakan salah satu negara tertinggi pengguna internet dengan perkembangannya yang cepat. Berdasarkan kesimpulan ini, justru memunculkan sebuah fakta baru yang cukup menarik, dimana para remaja yang sudah mulai bosan dengan dunia media social lebih cenderung menyukai berinteraksi dengan kelompok kecilnya.

Generasi X, Y atau Z?

Berdasarkan informasi yang aku dapat di internet, istilah generasi X, Y dan Z sudah digunakan oleh Sydney Morning Herald, dalam bukunya yang berjudul Grown Up Digital. Disana ditulis tentang pembagian berdasarkan demografi yang dibentuk kelompok berdasarkan umur tertentu.

Sebagai contoh : Pernahkan kamu tidak sepaham pendapat dengan kedua orang tuamu, bahkan dengan adik-adikmu? Bagaimana mereka memahami ilmu internet lebih cepat daripada orang tua maupun dirimu.

Generasi lama akan tergantikan oleh sebuah generasi baru. Seperti halnya generasi X tergantikan oleh generasi Y begitupun selanjutnya, generasi Y lambat laun berubah menjadi generasi Z.

Generasi x adalah sekumpulan orang yang lahir dalam rentang tahun 1965- 1980, dimana mereka baru mengenal dunia video game dan mempelajari hal baru. Selanjutnya lahirlah generasi Y yang terlahir antara tahun 1980 hingga tahun 2000an.  Generasi ini lahir dimana teknologi sedang berkembang dengan pesat. Jika kamu mencari lebih dalam, akan banyak informasi yang muncul di mesin pencari tentang generasi ini, karena generasi Y memiliki ciri-ciri manusia masa kini dan dipercaya dapat mengontrol antara dunia virtual dan dunia nyata.

Sebenarnya apa inti pembahasan ini? Dan bagaimana dengan generasi Z?

KM741CGURX

Berdasarkan Teori Generasi oleh Ahkmad Sudrajat (2012), generasi Z adalah generasi yang lahir diatas tahun 1995. Generasi ini lahir dan dibesarkan di era digital, dimana mereka besar dengan teknologi canggih dan mengenal bahkan diperkenalkan sesuatu yang canggih, sehingga memberikan pengaruh juga terhadap perilaku sehari-hari.

Generasi Z memiliki karakteristik perilaku yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Salah satunya adalah Fasih Teknologi, dimana mereka terbiasa menggunakan perangkat internet untuk mendapatkan informasi sehari-hari maupun info mengenai pendidikan.

“Dek, kamu sudah mengerjakan tugas rangkuman Fisika?”

“Lagi browsing dulu di Google, nanti tinggal di print aja kok”

“Pembahasan ulangan besok apa yah?”

“Gampang, nanti tanya di grup Line deh”

Keterlibatan sosial yang dibuat oleh generasi Z sangat intens dibandingkan dengan generasi Y yang sama-sama menyukai interaksi instans.  Mereka juga dapat melakukan berbagai aktivitas secara bersamaan, karena generasi ini tidak menyukai sesuatu yang menyulitkan, membuat ribet atau pun bertele-tele.

Akibat yang timbul dalam generasi ini ada 2,positif dan negatif. Positifnya generasi ini, ia akan dapat secara mudah bekerja di perusahaan-perusahaan besar karena sudah melek teknologi, negatifnya mereka tidak akan bias bekerja secara manual seperti halnya mengerjakan pekerjaan rumah ataupun membajak sawah, karena mereka semua terbiasa dengan kemudahan yang diberikan oleh perangkat modern yang terkoneksi internet.

Hal ini juga akan berdampak di kehidupan pribadi, khususnya dalam hal interaksi tatap muka. Semua hubungan akan terkoneksi lewat teknologi dan internet. Orang tua seharusnya lebih bias memperhatikan anak-anaknya, khususnya yang lahir pada generasi Z. Sudah siapkah melihat anak-anak tumbuh dengan melihat mereka menghabiskan waktunya hanya untuk melihat gadget seharian dan membuat mereka jauh dari kehidupan sosial?

Tuntutan orang tua masa kini adalah, tidak hanya melihat dari sisi pembentukan karakter dan mengikuti perkembangan zaman saja. Tetapi mereka harus dapat mengontol “situasi dan selera” anak. Waspadailah gangguan psikisnya akibat internet addiction karena penggunaannya yang berlebihan.

Menerapkan Smart Parenting

48URC0M7Y2

Apakah kalian tahu teknik Hypno Parenting? Teknik ini adalah salah satu cara berkomunikasi efektif anak melalui cara pendekatan dan pendampingan, dimana bahasa yang digunakan menggundang empati bukan memaksa mereka, menasehati ataupun membangun perasaan negative (nakal, jahat, bodoh).

Pada anak usia sekolah, orang tua memiliki tugas untuk mengarahkan anak untuk mengikuti cara belajar visual, auditory, dan kinestetik. Dalam penggunaan internet, arahkanlah mana konten yang boleh diakses ataupun tidak. Lakukan pengawasan, bersikap tegas namun lembut dan penuh kesabaran. Asahlah kemampuan mendampingi anak, dengan selalu mencari tahu melalui buku-buku parenting atau bias juga mengikuti seminar-seminar pengembangan diri anak.

Apalagi, generasi Alpha (next pembahasan) sudah mulai hadir dalam kehidupan kita. Inilah tantangan yang penting bagi orang tua dalam mendidik dan membangun karakter anak di masa depan. Semoga artikel ini bermanfaat ya🙂

Salam dari Generasi Y.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s