all about LOVE ♥ · Bridezilla · Life & Family · travel

Honeymoon trip ke Bali

Setelah merasakan ribetnya menjadi Bridezilla beberapa waktu belakangan, dan akhirnya Baralek Gadang juga sudah terlaksana, selanjutnya adalah pembahasan tentang Honeymoon Trip kita ke Pulau Dewata, Bali. Walau pun ada yang bilang kalau honeymoon ke Bali udah menjamur, tapi kami berdua tetap memutuskan untuk pergi kesana.

Berbekal nyari-nyari tiket pesawat dan hotel paketan, kami pun akhirnya menghabiskan waktu di Bali 7hari 6 malam. Cukup lama ya? Awalnya sih suami requestnya lebih ke Lombok, tapi disini prinsip kami adalah kita tidak perlu nginep di hotel mewah bintang lima, atau naik pesawat ekslusif, yang penting adalah quality timenya. Jadi kami sepakat mengambil paketan dari AirasiaGo untuk Honeymoon trip kita di Bali. Lumayan lho, kita berdua medapatkan paket yang cukup terjangkau untuk 7hari 6 malam, 2 tiket pesawat PP dan juga kamar Grand Deluxe dengan balkon di Swissbell Hotel Rainforest di Sunset Road, Bali.

Koper pink gemas dari rekan MicroAd Indonesia

Tanggal 28 November 2016 kita berangkat dengan pesawat jam 08.20 dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bali. Mungkin karena high season dan banyak para pengantin yang mau honeymoon, pesawat kami mengalami delay akibat antrian panjang untuk print tiket doang!

Sesampainya di Bali hal yang kami berdua lakukan adalah mencari makan siang. Dan tujuan tempat makan kami gak lain adalah Burger King yang sudah menjamur di Jakarta. Setelah makan siang, berhubung untuk menuju hotel kami perlu kendaraan, kami pun menyewa 1 mobil dari Bli disana (Bli : panggilan pria di Bali). Tips disini adalah kalian harus pintar ya, jangan mau sekali ditawarkan harga langsung oke, lebih baik carilah standar harga dulu di blog-blog yang sudah ada agar tidak tertipu.

Swissbelhotel Rainforest 

Swissbelhotel Rainforest pilihan kami adalah salah satu hotel internasional bintang 4 yang terletak di jalan Sunset Road, Kuta. Untuk menuju hotel ini memerlukan sekitar 15-20 menit perjalanan dari bandara dengan kendaraan roda 4. Hotel ini menawarkan suasana adem dan tenang dari pusat kota Bali, dengan pohon-pohon, tanaman gantung, dan efek-efek air hujan buatan.

sherlykarakawa1
Swissbell Rainforest
sherlykarakawa2.jpg
Tenang dan Adem

Dari hotel sini jika mau jalan-jalan cukup strategis lho, mau ke pusat oleh-oleh ada Krisna dan satu lagi lupa. Untuk kalian yang mau berhemat, sangat disarankan untuk menyewa motor. Memang sih kalo naik motor jauh dari kata nyaman, tapi kalo berdua pasangan halal mah apa aja oke :p

Gusto Gelato

sherlykarakawa3
Wajib Coba!

Cuaca hujan disana tidak menutup keinginan mencoba gelato yang hits di Bali. Pilihan kami yang pertama adalah Gusto Gelato. Lokasinya berada di daerah Kerobokan (katanya dulu di Seminyak). Saat mampir kesini, kalian pasti akan bingung memilih rasa apa yang mau dibeli, karena semua rasa terlihat enak. Rasa yang paling hits disana adalah Chocolate chili, tapi kami terima kasih aja deh kalo disuruh mencoba rasa itu. Harganya cukup murah, 22 ribu kita sudah mendapatkan 2 rasa gelato, kalau pakai cone jadi 24 ribu. Aku mencoba rasa snickers & cappucino, sedangkan si abang mencoba rasa choco mint dan affogato.

Kita juga sempet mencoba gelato di Massimo, daerah Sanur. Harganya sedikit lebih mahal dan untuk rasa kami lebih suka di Gusto Gelato.

Garuda Wisnu Kencana (GWK)

 

Depan patung Garuda Wisnu Kencana

Entah kenapa menurut saya GWK merupakan salah satu icon jika berkunjung ke pulau Dewata, Bali. GWK sendiri disebut sebagai salah satu patung terbesar di dunia dengan tingginya yang mencapai 20 meter. Patung ini dibuat menyerupai Dewa Wisnu dan burung tunggangnya, sampai saat ini patung tersebut masih dalam proses pembuatan lho.

Waktu kesini cuaca puanas banget, padahal disana sedang musim hujan. Selain melihat patung Dewa Wisnu, kita juga mengunjungi Lotus Pond, Garuda Cinema, juga Amphitheatre. Di Amphitheatre kalian bisa menikmati Tari Barong di jam-jam tertentu.

Uluwatu

sherlykarakawa4.jpg
Cieee gaya..

Setelah mengunjungi GWK, kita melipir sedikit ke arah Uluwatu. Eits, yang kami kunjungi pertama bukan pantainya ya, melainkan ke Pura Uluwatunya. Pura Uluwatu merupakan pura yang populer di antara turis luar negeri, mungkin karena pemandangan serta letaknya yang di atas tebing. Jika berkunjung kesini, disarankan jangan memakai kacamata atau benda-benda berkilau. Hal ini dikarenakan, monyet-monyet yang dipercaya sebagai penunggu Uluwatu ini terkenal usil.

Karena cuaca hari ini sangat panas, suami tidak kuat berlama-lama disini, padahal jika mau sabar menunggu sore kita bisa melihat sunset yang indah dari atas sini. Oia, biasanya setiap sore sekitar jam 18.00 waktu Bali, diadakan pagelaran tari Kecak Ramayana.

Pura Ulun Danu Beratan

 

sherlykarakawa5
Pura Ulun Danu Beratan
sherlykarakawa6
Candid
sherlykarakawa7
Viewnya bagus banget!

 

Kalian pasti mengenal dong gambar pura yang ada di uang 50 ribuan? Kali ini kita mengunjungi tempat yang bernama Pura Ulun Danu Beratan yang letaknya di kawasan Bedugul. Untuk mengunjungi tempat ini perlu perjuangan banget, karena jarak yang ditempuh cukup jauh dari tempat kita menginap. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 4 jam plus keujanan, akhirnya kita sampai disini. Tempat ini merupakan tempat favorit kita, karena suasananya yang sejuk dan tenang. Pura Ulun Danu Beratan berada di ketinggian 1200 mdpl membuat tempat wisata ini memiliki udara yang sejuk.

Mampir kesini jangan lupa untuk berfoto-foto sampai puas ya. Jika mau berfoto tapi langsung dicetak juga bisa, karena banyak bli yang menawarkan jasa ini. Harganya pun terbilang murah, hanya 15ribu kita sudah mendapatkan foto dengan latar belakang Pura serta frame khasnya 🙂

La Plancha

 

sherlykarakawa9
Selfie dulu 🙂
sherlykarakawa8
Looks yummy~

 

Karena kita berdua bukan pasangan yang suka dinner gelap-gelapan, akhirnya kita memilih resto pinggir pantai dengan konsep warna-warninya, La Plancha yang terletak di Seminyak, Bali. Keunikan tempat ini adalah bangunannya terbuat dari kayu-kayu bekas yang di cat dengan warna-warna mencolok.

Harga makanan dan minuman disini tidak terlalu mahal, masih dikisaran 25ribu-150ribu, tergantung menu yang kalian pilih. Sebenernya resto ini kabarnya sudah buka dari pagi, tapi jika kalian yang mau santai di pinggir pantai dan duduk di kursi warna-warni resto ini baru menyediakan di jam 4 sore. Untuk duduk disini kita diharuskan memesan 2 menu minuman dan 2 menu makanan aja kok, setelah itu kalian bisa menikmati suasana sunset disana. Sayangnya saat kita berkunjung cuaca sedang tidak cerah, jadi kami melewatkan melihat sunset disana.

Pantai Pandawa

 

sherlykarakawa10.jpg
cuacanya mendung 😦

Sebelum pulang kami menyempatkan diri ke pantai Pandawa. Untuk mencapai tempat ini, kami mencoba jalur motor di jalan tol Bali-Mandara yang ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan. Jalan tol ini adalah satu-satunya yang memiliki jalur motor di ruas sisi kiri dan kanan. Untuk kendaraan roda 2, kami dikenakan biaya 4500. Untuk melewati jalur ini pengendara harus berhati-hati, karena jalan tol ini dibangun di atas laut, jadi anginnya sangat kencang.

Setelah mengunjungi Pantai Pandawa, kami kembali ke Kuta dan pastinya untuk mencari oleh-oleh di waktu yang tersisa. Yang bisa diambil dari Honeymoon trip kami adalah, bagaimana kami bisa menikmati bulan madu ini secara maksimal. Apalagi setelah ini kami berdua harus melakukan rutinitas menjadi karyawan kantoran lagi. Jadi, cobalah menikmati masa-masa bulan madu, karena itu adalah waktu paling baik saat berduaan.

sherlykarakawa11.jpg
See you, Bali..

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s