Luna and Keenan


Jakarta, November 2015 Sudah sejak semalam hujan turun tanpa ada tanda akan reda. Riaknya mendendangkan bunyi syahdu yang menentramkan hati. Payung berwarna-warni melintasi disepanjang jalan Sudirman. Pagi ini pukul 08.00 WIB, dimana seharusnya kami pekerja Jakarta sudah memulai aktivitas perkantoran. “Selamat Pagi Luna, jangan pasang wajah sendu dong” sapa Keenan sambil menyuguhkan secangkir cappuccino panas… More Luna and Keenan

Hey, Desember !!


Aku terbangun. Kulihat jam menunjukkan 03.00 pagi. Aku dibangunkan oleh suara hujan yang turun dengan derasnya. Hujan.. Apakah mungkin awan sedang bersedih sehingga ia menangis cukup lama saat unit. Sang langit ibarat ayah dan ibunya, mengeluarkan cahaya kilat dan gelegar petir yang lembut tidak menakutkan. Aku membuka jendela, mencium bau tanah. Kuhirup..dan perasaan menjadi tenang… More Hey, Desember !!

Sang Penguasa Malam


Kamu tidak mengabari aku semalam. Kamu tidak memberitahukan apa yang sedang kamu lakukan. Aku tidak menuntut untuk kamu kabari setiap detik, baiklah mungkin kamu membayar murah akan kecemasanku ini. Wahai sang penguasa malam, tahukan kamu aku mencemaskan dirimu? Ahh paling juga tidak kamu sadari, seperti biasa ini hanya perasaanku semata. Aku sensitif, aku selalu memikirkan… More Sang Penguasa Malam

Pelukis Kata


Aku mungkin bukanlah sang pelukis kata yang lihai. Mungkin bisa dikatakan diriku masih jauh dari kata sempurna.  Aku berkata bahwa aku wanita yang kuat,  tapi aku masih menangis saat membaca pesan darimu. Aku juga berkata bahwa aku wanita yang tegar, tapi nyatanya aku masih merasa sedih dengan kesendirian. Hei pesan darimu begitu kuat. Entah darimana… More Pelukis Kata

Cerita Fatamorgana


Seperti cahaya mentari yang menyeruak masuk melalui celah daun dan ranting.. Mata ini terpejam.. Ketika hati berharap pada sebuah fatamorgana.. Tahukah bahwa dirimu seperti fatamorgana? Datang disaat sepi menghadang, menghampiri disaat rindu meradang..tapi sayang dirimu hanya fatamorgana kelam. Ketika hati ini berbisik, berdesir seperti riak air laut menerjang karang. Saat merasakan sebuah perasaan baru, diterpa… More Cerita Fatamorgana

Sikap #7


Entah rasanya, tapi kupikir apa sudahi saja rasa ini? Saat aku memikirkan dirimu di alam sadarku, aku tahu mungkin kamu tak lagi bisa dijangkau. Kau seperti kereta yang memusatkan kekuatannya, dengan kecepatan penuh kamu melaju menerjang angin. Haah lupakan saja.. Mungkin mata mu yang membuatku rindu, teduh menyejukkan hati ini. Tapi aku bukanlah yang bisa… More Sikap #7